Apa itu RecyclerView?

Hae gaes, pada beberapa hari yang lalu kita sudah membahas mengenai ListView, yang ujung-ujungnya saya bilang soal ListView udah tidak digunain lagi dan telah digantikan oleh RecylerView😅.

Okay gaes, simple nya RecylerView itu adalah tampilan yang dapat didaur ulang. Nah, jadi gini kita bahas bedanya dibandingkan ListView dulu yah, objek pada ListView telah ditentukan dari awal hingga akhir, sedangkan pada RecyclerView objeknya sebatas ukuran saja. Untuk lebih jelasnya, coba lihat gambar dibawah ini:

Mungkin sekilas tidak ada bedanya kan? Tapi coba pikir jika data yang akan ditampilkan berjumlah ribuan atau bahkan tak terhitung, seperti ketika kita scroll tiktok atau IG, jika kita menggunakan ListView maka akan memakan banyak sekali memori dan prosesnya akan menjadi sangat lama.

Dah gitu aja soal RecyclerView, dah dulu yah gue mau mabar ama kucing gue dulu.

Apa itu Library? Bagaimana cara menggunakannya?

Hae gaes, jadi Library itu adalah perpustakaan. Dah gitu aja, dadah..🤪

Iya sih artinya perpustakaan, terus maksudnya apa? Nah, Library adalah source code atau tools yang telah dibuat oleh orang lain yang dapat kita gunakan langsung kedalam aplikasi kita.

Pada awal ketika kita membuat project baru, secara tidak langsung kita telah menggunakan berbagai Library. Library yang kita gunakan dapat dilihat di build.gradle (Module:app) pada bagian Dependencies. Kita juga dapat menambahkan Library lainnya pada bagian Dependencies.

Contohnya ketika kita ingin membuat ImageView yang berbentuk lingkaran seperti gambar diatas, sebenarnya untuk membuat ImageView seperti itu dapat kita buat sendiri, namun akan lebih praktis dan efesien ketika kita menggunakan library nya. Cukup dengan menambahkan 1 baris code ini kedalam Dependencies, maka imageview seperti diatas akan bisa dibuat dengan mudah:

implementation ‘com.github.bumptech.glide:glide:4.11.0’

Okay, pertanyaan selanjutnya adalah bagaimana cara menggunakan library tersebut? Setiap library umumnya memiliki penjelasan mengenai cara penggunaannya pada bagian readme di Github.

Ngomong-ngomong library tidak hanya untuk tampilan atau User Interface (UI) saja, terdapat juga library seperti Retrofit untuk mengambil data, Room untuk database, dan lainnya.

Dah gitu aja dulu yah gaes, gue mau dateng ke kawinan kucing gue dulu.

Apa itu ListView?

Hae gaes, kita bahas dari teori ListView dulu yah. Nah jadi Simple nya ListView adalah tampilan yang dibuat berulang.

Contohnya kasusnya, ketika kita ingin membuat tampilan yang menampilan list menu makanan dimana jumlah menunya ada 30. Kalau kita akan membuat view nya satu-satu tiap menu, pasti akan memakan waktu sangat lama, kita harus membuat TextView, ImageView, dan View lainnya secara berulang-ulang untuk setiap menu.

Nah dengan adanya ListView kita cukup membuat tampilan untuk 1 menu saja, kemudian kita sesuaikan untuk menu-menu selanjutnya.

Penjelasan secara singkat tentang gambar diatas adalah ListView menggunakan Adapter untuk dapat menampilan data dari Data Source. Data Source disini adalah data-data dalam bentuk Array, nah ketika data-data dalam bentuk array tersebut dimasukan kedalam adapter maka adapter akan melakukan pengulangan untuk setiap data dalam Array. Kemudian setiap data yang diambil adapter akan dimasukan kedalam tampilan layout.

Namun gaes, kebanyak aplikasi saat ini sudah tidak menggunakan ListView, karena telah digantikan oleh RecyclerView. RecyclerView dianggap lebih praktis dan lebih fleksibel dibandingkan dengan ListView.

Jadi dari tadi lu bacain semua ini gak guna sih sebenernya, orang udah gak kepake lagi😅.

Dah gitu aja yah, sebelumnya gue minta maaf juga yee😅 Btw, gue mau nyari kucing gue dulu.

Bagaimana daur hidup Fragment?

Hae gaes, sama seperti Activity, Fragment juga memiliki daur hidupnya sendiri. Namun, daur hidup dari Fragment sangat bergantung erat pada daur hidup Activity yang ia tempati.

Okay, langsung saja ke intinya. Berikut adalah daur hidup dari Fragment :

Sip, bakal gue coba jelasin yah. Jadi gini gaes, pada saat Fragment mulai di hosting pada sebuah Activity maka akan dimulai tahap onAttach().

Kemudian, akan disusul oleh onCreate() dimana sistem akan membuat Fragment itu sendiri, pada tahapan ini kita dapat menginisialisasi apa saja yang akan dipertahankan ketika Fragment dihentikan sementara.

Selanjutnya akan masuk ketahapan onCreateView(), pada tahapan ini sistem akan memuat semua tampilan atau UI (user interface) dalam Fragment.

Setelah itu akan masuk ketahapan onActivityCreated(), dimana Fragment akan berjalan diatas Activity.

Lalu tahapan onStart(), dimana Fragment sudah muncul dengan sempurna.

Selanjutnya akan ke tahapan onResume(), dimana Fragment telah siap menerima input.

Lanjut ke tahapan onPause(), dimana sebagian tampilan dari Fragment ditutupi oleh activity ataupun fragment lain. Sedangkan onStop() akan dipanggil ketika tampilan fragment sepenuhnya telah tertutupi.

onDestroyView() dipanggil ketika fragment telah berada dalam back stack. Ketika kita kembali ke dalam Fragment maka akan kembali ketahapan onCreateView(). Dan ketika Fragment sudah tidak akan digunakan lagi, maka akan masuk ketahapan onDestroy() dan onDetach().

Dah gitu aja sih, dah dulu yah, gue mau gibahin kucing gue dulu.

Apa itu Fragment?

Nah gaes, Fragment menurut website android developer adalah bagian UI aplikasi Anda yang dapat digunakan kembali. Sekilas sih Fragment itu mirip ama Activity, keduanya sama-sama ditulis di suatu Class serta memiliki kode logika dan XML masing-masing. Bedanya adalah, suatu Fragment tidak didaftarkan pada Android Manifest.

Sebuah Fragment tidak dapat dijalankan sendiri, melainkan harus di panggil/hosting dari Activity ataupun dari Fragment lain.

Jadi simple nya begini gaes, seperti postingan sebelumnya tentang Activity, kalau Activity digambarkan seperti abang-abang warnet, nah maka Fragment itu kayak Billing warnet. Billing warnet hanya dapat dikasih oleh abang-abang warnet ataupun temen lu yang kasih Billing punyanya sendiri. Kira-kira begitulah😅

Mengapa kita harus menggunakan Fragment? Sebuah Fragment dapat membuat banyak tampilan tanpa harus berpindah Activity. Fragment bersifat modular dan reusable, karena dalam satu Activity dapat menggunakan banyak Fragment dan sebuah Fragment dapat digunakan kembali ke Activity–Activity yang berbeda.

Berikut bahasa alien untuk menggunakan Fragment:

val fragmentManager = getSupportFragmentManager()
val exampleFragment = ExampleFragment()

fragmentManager
.beginTransaction()
.add(R.id.frame_container,exampleFragment)
.addToBackStack(null)
.commit()

Untuk membuat Fragment pertama-tama kita harus menginisialisasi Fragment Manager, kemudian kita bisa menambahkan aksi-aksi seperti Add(), Replace(), Remove(), dan AddToBackStack() untuk menyimpan tampilan terakhir kedalam back stack . Selanjutnya untuk mengeksekusinya, kita menggunakan commit().

Gitu aja sih tentang Fragment. Dah dulu yah, gw mau nepuk-nepuk kucing gue dulu.

Blog at WordPress.com.

Up ↑

Create your own website, free on WordPress.com.Create your own website.
Start free